Selasa, 11 Desember 2012

BAB 6 DATABASE


BAB 6
DATABASE

6.1 Hirarki Data
Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun ke dalam sebuah hirarki mulai dari yang paling sederhana hingga paling kompleks, hirarki data terbagi beberapa bagian,yakni:
1.     Basis Data, Merupakan sekumpulan dari bermacam-macam tipe record yang memiliki hubungan record.
2.    Berkas/File, Merupakan sekumpulan rekaman data yang berkaitan dengan suatu objek.
3.    Record, Merupakan sekumpulan field/atribut/data item yang saling berhubungan terhadap obyek tertentu.
Record juga terbagi menjadi dua bagian,yaitu:
a.    Fixed length record, Merupakan semua field dalam record memiliki ukuran yang tetap.
b.    Variable length record, Merupakan field-field dalam record dapat memiliki ukuran yang berbeda (metode penandaan yang digunakan adalah :end of record marker, indicator panjang, dan table posisi record)
Pada perusahaan yang terbentuk secara tradisional mengorganisasikan data mereka dalam suatu hirarki yang terdiri dari elemen, catatan (record), dan file.
   a.    Elemen data (data element) adalah unit data terkecil, tidak dapat dibagi lagi menjadi unit yang berarti.
   b.    Satu tingkat hirarki yang lebih atas adalah catatan. Satu catatan (record) terdiri dari sebuah elemen data yang berhubungan dengan suatu objek atau kegiatan tertentu.
   c.    Semua catatan sejenis disusun menjadi satu file. File adalah kumpulan catatan data (data record) yang  berhubungan dengan suatu objek tertentu. Karena itu, hirarki data tradisional adalah :
a.File
b.Catatan
c.Elemen data
6.2 Penyimpanan sekunder
1.     SASD ( Penyimpanan Berurutan )
Adalah suatu penyusunan data di suatu medium penyimpanan yang terdiri dari suatu catatan mengikuti satu catatn lain ke urutan tertentu,misalnya catatan pegawai disusun dalam urutan nomor pegawai. Bila system penyimpanannya berurutan yang digunakan,data pertama harus diproses pertama,kemudian data kedua pun seperti itu dan seterusnya sampai akhir file itu tercapai. Sebagian media penyimpanan computer hanya dapat memproses data yang disusun secara berurutan. Pita magnetic adalah contohnya.
2.    DASD (Penyimpanan Akses Langsung)
Adalah suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan semua catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan atau secara acak. DASD memiliki mekanisme mebaca dan menulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam medium penyimpanan. Walau beberapa teknologi DASD telah dibuat,yang paling popular adalah piringan magnetic.
6.3 Pemrosesan Data
Adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan computer sehingga bisa berjalan secara otomastis. Setelah diolah,data ini biasanya mempunyai nilai yang informative jika dinyatan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai system informasi. Kedua istilah ini mempunyai arti yang hamper sama, jika pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi(hasil pengolahan), sedangkan system informasi memakai data sebagai bahan masukan dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran. Pemrosesan data dibagi menjadi tiga yakni:
1.     Pemrosesan Batch,artinya anda dapat menjalankan setiap transaksi secara terpisah atau anda dapat menggabungkan beberapa transaksi dan memprosesnya secara bersama-sama.
2.    Pemrosesan Online, artinya Pengolahan transaksi yang dilakukan dengan cara terpisah/satu per satu,kadang sesaat terjadinya transaksi,karena pengolahan online berorientasi transaksi.
3.    Sistem Real time, artinya system transaksi yang mengendalikan system fisik,dimana system ini mengharuskan computer berespon cepat pada system fisik.
6.4 Database
1.     Era permulaan database ditandai dengan
·         Pengulangan data
·         Ketergantungan data
·         Kepemilikan data yang tersebar
2.    Konsep Database
·         Yaitu integrasi logis dari catatan-catatan file
·         Tujuan dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independansi data. Independansi data adalah kemampuan untuk membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data juuga dicapai dengan menempatkan spesifikasi dalam table & kampus yang terpisah secara fisik dari program. Program mengacu pada table untuk mengakses Data.
3.    Struktur Database di bagi menjadi :
·         Database
·         File
·         Catatan
·         Elemen Data
4.     Keunggulan dan Kelemahan Database dan DBMS
·         Keuntungan.
a.    Mengurangi pengulangan data
b.    Mencapai independansi data
c.    Spesifikasi data disimpan dalam tiap program aplikasi. Dan Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa memoengaruhi program yang mengakses data.
d.    Mengintegrasikan data dari beberapa file.
e.    Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis,organisasi fisik tidak lagi menjadi kendala.
f.    Mengambil data dan informasi secara cepat
g.    Hubungan logis query language memungkinkan pemakai mengambil data dalam hitungan detik atau menit.
h.    Meningkatkan keamanan
i.     Baik DBMS mainframe maupun computer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi,direktori pemakai,dan bahasa sandi.


·         Kerugian Database & DBMS
a.       Memperoleh perangkat lunak yang mahal
b.      Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
c.       Memperkerjakan dan mempertahankan staf DBA
6.5 Peranan Database dan DBMS dalam Memecahkan Masalah
a)Peranan Database:
Menentukan kebutuhan data dengan mengikuti pendekatan berorientasi masalah atau pendekatan model perusahaan.
b)Peranan DBMS:
1. Data yang berulang dalam bentuk multifile duplikat maupun data duplikat dalam satu file
2.    Data dan program menyatu
3.    Kebutuhan untuk mengintegrasikan data dari file-file
4.    Kebutuhan untuk memperoleh data secara cepat
5.    Kebutuhan untuk membuat data dengan aman

Referensi
  1.     http://mohamadkemaludin.wordpress.com/2011/10/30/tugas-softskill-bab-6-database/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar